Tidak Hanya Sekedar Output

Beberapa bulan yang lalu saya melaksanakan tugas di disebuah daerah yang menurut saya tidak begitu ramai. Penduduknya juga belum begitu padat jika dibandingkan dengan kota yang saya tinggali. Angkutan yang ada hanyalah Becak Motor atau “Betor” dan tidak terlihat angkot atau yang sejenisnya lalu lalang dijalanan. Bus umum yang ada hanyalah bus antar provinsi dan memang melewati daerah tersebut, itupun masih jarang yang melintas. Hal tersebut disebabkan karena masyarakat lebih suka naik travel innova, avanza, atau xenia untuk perjalanan antar kota atau antar provinsi.

Dalam perjalanan tersebut saya melihat sebuah terminal yang lumayan besar namun masih sepi. Pintu gerbannya masih terdapat sebatang bambu yang menandakan bahwa terminal tersebut belum beroperasi. Bahkan beberapa bagian ada yang rusak karena kurangnya perawatan. Ternyata terminal tersebut sudah dibangun 3 tahun yang lalu menggunakan uang APBD.

Dalam benak saya, alangkah lebih bermanfaat jika uang tersebut digunakan untuk membangun fasilitas umum lainnya, dari pada membangun terminal yang akhirnya tidak dipakai.

Dari kondisi tersebut kita bisa menyimpulkan output penting, namun outcome jauh lebih penting. Apasih perbedaan output dan outcome?

Pengelolaan keuangan negara diharapkan mengikuti konsep value for money dimana elemen-elemennya adalah ekonomis, efisiensi, dan efektivitas. Untuk mengukur ketiga elemen tersebut indikatornya adalah input, proses, output dan outcome.

Input (masukan) adalah Sumber daya baik dalam bentuk dana, sumber daya manusia, peralatan, dan material yang digunakan untuk menghasilkan output.

Proses adalah Kegiatan operasional yang menggunakan input untuk menghasilkan output.

Output (keluaran) adalah Barang hasil produksi, jasa, atau hasil lainnya sebagai hasil yang diperoleh dari suatu proses atas input (masukan).

Outcome adalah tujuan, sasaran, atau manfaat yang akan dicapai melalui output.

Dalam kasus terminal di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Input-nya adalah uang dari APBD.
  • Prosesnya adalah dengan cara lelang/tender dan dikerjakan oleh pihak ketiga.
  • Output-nya adalah bangunan gedung terminal yang telah terbangun.

Namun outcome dari pembangunan terminal tersebut tidak tercapai, karena sampai 3 tahun dari pembangunan belum dimanfaatkan.

Seharusnya dengan adanya terminal dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat terhadap kemudahan akses transportasi umum. Selain itu, dengan adanya terminal dapat menambah Pendapatan Asli Daerah dari retribusi.

Dengan demikian, dalam membelanjakan uang negara/daerah haruslah memperhatikan outcome apa yang akan dicapai, bukan hanya output.

1 thought on “Tidak Hanya Sekedar Output

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: