Pengertian PHO dan FHO dalam Pengadaan Barang/Jasa

Construction site

Pernah tidak waktu kita kecil disuruh orang tua kita untuk belanja atau membeli sesuatu? Pasti pernah kan? Terus kalau barang sudah kita beli pasti kita serahkan barang belanjaannya beserta kembaliannya. Kalau barang yang kita beli tidak sesuai dengan yang diperintahkan atau uang kembaliannya kurang pasti kita dimarahin. hehe. Pada kesempatan ini saya akan membahas terkait dengan belanja juga, tapi belanja barang/jasa pemerintah, yaitu terkait dengan penyerahan hasil pekerjaan.

Seperti halnya cerita di atas, dalam pengadaan barang/jasa pemerintah juga dikenal dengan istilah penyerahan barang hasil belanja atau serah terima pekerjaan. Ada dua istilah yang yang perlu dipahami yaitu serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO) dan serah terima akhir atau Final Hand Over (FHO). Istilah PHO dan FHO hanya digunakan dalam pekerjaan konstruksi, untuk pekerjaan lainnya hanya dikenal serah terima pertama.

Serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO) adalah penyerahan barang hasil pekerjaan setelah selesai masa pelaksanaan kontrak. Penyerahan ini dilaksanakan setelah pekerjaan fisik selesai 100% dan sebagai dasar untuk pencairan dana 95% (5% ditahan sebagai retensi) atau 100% jika pelaksana (penyedia) memberikan jaminan bank.

Sedangkan serah terima akhir atau Final Hand Over (FHO) adalah penyerahan barang hasil pekerjaan setelah berakhirnya masa pemeliharaan. Serah terima yang ini dilaksanakan setelah serah terima yang pertama (PHO).

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam gambar berikut ini:

 

Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah mengatur terkait dengan serah terima hasil pekerjaan yaitu dalam pasal 57 dan pasal 58, sebagaimana berikut:

Pasal 57

(1) Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen) sesuai dengan ketentuan yang termuat dalam Kontrak, Penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk serah terima barang/jasa.

(2) PPK melakukan pemeriksaan terhadap barang/jasa yang diserahkan.

(3) PPK dan Penyedia menandatangani Berita Acara SerahTerima.

Pasal 58

(1) PPK menyerahkan barang/jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 kepada PA/KPA.

(2) PA/KPA meminta PjPHP/PPHP untuk melakukan pemeriksaan administratif terhadap barang/jasa yang akan diserahterimakan.

(3) Hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dituangkan dalam Berita Acara.

Proses serah terima tersebut dapat kita gambarkan sebagai berikut:

Demikian penjelasan terkait dengan serah terima hasil pekerjaan dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: