Pengertian Fraud

businessman with handcuffs

Pengertian fraud secara bahasa berarti kecurangan. Istilah ini sangat umum digunakan untuk menyebut perilaku seseorang yang melakukan kecurangan dengan bertentangan dengan hukum. Biasanya pebuatan ini tujuannya adalah untuk menguntungkan diri sendiri atau kelompok tertentu yang pastinya menyebabkan kerugian di pihak lainnya.

The Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) mendefinisakan fraud sebagai Perbuatan-perbuatan yang melawan hukum yang dilakukan dengan sengaja untuk tujuan tertentu (manipulasi atau memberikan laporan keliru terhadap pihak lain) dilakukan orang-orang dari dalam atau luar organisasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi ataupun kelompok yang secara langsung atau tidak langsung merugikan pihak lain

Kemudian menurut Standar Audit Intern Pemerintah Indonesi (SAIPI) mendefinisakan Kecurangan (Fraud) adalah setiap tindakan ilegal ditandai dengan penipuan, penyembunyian, atau pelanggaran kepercayaan. Tindakan ini tidak tergantung pada ancaman kekerasan atau kekuatan fisik. Penipuan yang dilakukan oleh pihak dan organisasi untuk memperoleh uang, properti, atau jasa, untuk menghindari pembayaran atau kehilangan jasa, atau untuk mengamankan keuntungan pribadi atau bisnis.

Berdasarkan definisi di atas ada 3 pokok penting dalam pengertian fraud yaitu:

  • Perbuatan melawan hukum
  • Tujuannya adalah menguntungkan diri sendiri atai kelompok
  • Merugikan pihak lain
Penyebab Fraud

Beberapa ahli mengungkapan beberapa penyebab orang melakukan fraud diantaranya adalah Donald R. Cressey yang terkenal dengan Fraud Triangle Theory atau Teori Segitiga Kecurangan.

Teori tersebut menyatakan bahwa penyebab orang melakukan fraud adalah sebagai sebagai berikut:

  1. Pressure (tekanan), tekanan disini biasanya berupa tekanan keuangan seperti biasanya karena kebutuhan ekonomi atau gaya hidup mewah. Tekanan yang membuat orang berbuat fraud juga dapat berupa tekanan non keuangan seperti ingin terlihat kinerjanya baik, adanya tekanan dari pimpinan, dan lain sebagainya. Jika dilihat dari sumbernya, tekanan ini bisa dari internal orang itu sendiri atau dari eksternal.
  2. Opportunity (kesempatan), kesempatan adalah kondisi yang mengakibatkan fraud terjadi. Kesempatan orang berbuat fraud biasanya karena lemahnya pengendalian internal (internal control), kurangnya pengawasan, dan penyalahgunaan wewenang.
  3. Rationalization (rasionalisasi), rasionalisasi adalah pembenaran atas tindakan fraud yang dilakukan oleh seseorang karena orang lain atau beberapa orang juga melakukannya. Kondisi ini terjadi karena lemahnya penindakan atau pemberian sanksi kepada orang yang melakukan fraud.

Baca juga: Penyebab Fraud

Demikian pembahasan pengertian fraud, semoga bermanfaat.

4 thoughts on “Pengertian Fraud

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: