Apakah Fraud Sama Dengan Korupsi?

Fraud dan korupsi adalah isu yang paling utama dalam beberapa dekade ini. Hampir setiap hari kata tersebut muncul di halaman berita baik media cetak dan elektronik. Tidak sampai disitu kata farud dan korupsi menjadi perbincangan hangat di pos ronda atau warung kopi.

Misalnya yang baru-baru ini adalah dugaan fraud terkait dengan perekayasaan Laporan Keuangan PT Garuda Indonesia. PT Garuda mencatat laba bersih (audited) pada tahun 2018 sebesar USD809,85 ribu, padahal pada tahun 2017 menderita rugi sebesar USD216,5 juta. 

Selain kasus di atas, masih ingatkah drama Setya Novanto yang sampai menabrak tiang listrik dan kepalanya benjol segede bakpao? Ya. Kasus mega korupsi E-KTP yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar 2,3 triliun.

Nah dari 2 contoh di atas timbul pertanyaan, apa si perbedaan fraud dan korupsi? pada kesempatan ini saya akan membahas kedua hal tersebut.

Seperti yang telah kita bahas di pembahasan Pengeritan Fraud sebelumnya, fraud menurut The Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) merupakan Perbuatan-perbuatan yang melawan hukum yang dilakukan dengan sengaja untuk tujuan tertentu (manipulasi atau memberikan laporan keliru terhadap pihak lain) dilakukan orang-orang dari dalam atau luar organisasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi ataupun kelompok yang secara langsung atau tidak langsung merugikan pihak lain.

Berdasarkan The Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) mengklasifikasikan fraud menjadi 3 jenis yang terkenal dengan istilah Fraud Tree. Tiga jenis fraud tersebut antara lain:

  1. Penyalahgunaan Aset atau Asset Missappropriation, yaitu pencurian aset yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung tanpa seijin dari perusahaan. Pencurian aset biasanya dilakukan secara administratif maupun secara fisik.
  2. Kecurangan dalam pelaporan keuangan atau Financial Statement Fraud, yaitu kecurangan dalam penyajian laporan keuangan. Biasanya dilakukan dengan cara membuat lebih saji maupun kurang saji dalam laporan keuangan maupun laporan non keuangan. 
  3. Korupsi atau Corruption, merupakan tindakan fraud yang paling sering terjadi fraud jenis ini antara lain:
    • Conflicts of interest atau konflik kepentingan
    • Bribery atau penyuapan
    • Illegal gratuities atau gratifikasi ilegal
    • Ekonomic extortion pemerasan ekonomi

Sementara itu korupsi berdasarkan UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah dirubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 secara umum adalah setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain yang suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan
negara atau perekonomian negara. Dalam prakteknya kriteria ini yang paling banyak digunakan oleh penegak hukum untuk mendefinisikan korupsi.

Baca juga: Jenis-jenis Korupsi.

Pada UU Nomor 31 Tahun 1999 tersebut terinci ada 30 jenis korupsi, namun jika dikelompokkan menjadi tujuk kelompok, yaitu:

  1. Kerugian keuangan negara
  2. Suap-menyuap
  3. Penggelapan dalam jabatan
  4. Pemerasan
  5. Perbuatan curang
  6. Benturan kepentingan dalam pengadaan
  7. Gratifikasi

Selain 7 kelompok jenis tindak pidana korupsi di atas terdapat juga jenis tindak pidana yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi yaitu,

  1. Merintangi proses pemeriksaan korupsi
  2. Tidak memberi keterangan atau memberikan keterangan yang tidak benar
  3. Bank yang tidak memberikan keterangan rekening tersangka
  4. Saksi atau ahli yang tidak yang Tidak Memberi Keterangan atau Memberi Keterangan Palsu
  5. Orang yang Memegang Rahasia Jabatan Tidak Memberikan Keterangan atau Memberi Keterangan Palsu
  6. Saksi yang Membuka Identitas Pelapor

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa secara teori fraud mempunyai pengertian yang lebih luas jika dibandingkan dengan korupsi. Korupsi merupakan bagian dari fraud yang di Indonesia  telah diatur dalam  UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah dirubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Semoga bermanfaat.

1 thought on “Apakah Fraud Sama Dengan Korupsi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: