“Value For Money” Sebagai Pengukur Kinerja Pemerintah

Setiap organisasi pasti mempunyai cara untuk mengukur kinerjanya. Jika kinerjanya baik maka kepercayaan pemangku kepentingan akan mempunyai kepercayaan yang tinggi terhadap organisasi tersebut. Demikian juga sebaliknya jika kinerjanya buruk, maka tiingkat kepercayaan para pemangku kepentingan akan menurun, bahkan bisa meninggalkan organisasi tersebut.

Misal suatu perusahaan jika kinerjanya baik maka pemangku kepentingan seperti investor akan meningkatkan investasinya. Begitu juga sebaliknya jika kinerjanya buruk bisa saja para investor akan meninggalkannya.

Pengukuran kinerja pada sektor swasta lebih mudah jika dibandingkan dengan sektor publik seperti pemerintah . Hal ini disebabkan karena output yang dihasilkan oleh sektor swasta jelas. Kinerja sektor swasta diukur dengan laba yang diperoleh oleh perusahaan tersebut.

Kinerja pemerintah tidak dapat diukur hanya dengan output, namun harus mempertimbangkan input, output, dan outcomes secara bersama-sama.

Baca juga: Tidak hanya sekedar output

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja organisasi sektor publik khususnya pemerintah adalah Value for money.

Pengertian Value for money menurut Mardiasmo dalam bukunya Akuntansi Sektor Publik merupakan salah satu konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan pada elemen utama yaitu: ekonomi, efisiensi, dan efektivitas.

Ekonomi berkaitan dengan perolehan sumber daya yang akan digunakan dalam proses dengan biaya, waktu, tempat, kualitas, dan kuantitas yang tepat. Dikatakan ekonomis jika meminimalkan biaya perolehan input yang akan digunakan dalam proses, dengan tetap menjaga kualitas dan standar yang diterapkan.

Efisiensi  merupakan hubungan optimal antara input dan output. Suatu organisasi dikatakan efisien apabila mampu menghasilkan output maksimal dengan jumlah input tertentu. Dengan kata lain mampu menghasilkan output tertentu dengan memanfaatkan input minimal.

Efektivitas Efektivitas berkaitan dengan hubungan antara output yang dihasilkan dengan tujuan yang dicapai (outcomes). Suatu organisasi sektor publik dikatakan efektif jika output yang dihasilkan telah memenuhi tujuan yang ditetapkan.

Hubungan antara input, output, dan outcome dengan ekonomi, efisiensi, dan efektivitas adalah sebagai berikut:

Berdasarkan gambar di atas dapat dijelaskan bahwa ekonomi, efisiensi, dan efektivitas sangat terkait satu dengan yang lainnya. Ekonomis terkait dengan input, efisiensi terkait dengan input dan keluaran output, sedangkan efektivitas terkait dengan output dan outcome.
Value for money dapat tercapai apabila organisasi telah menggunakan biaya input paling kecil untuk mencapai output yang optimal dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

1 thought on ““Value For Money” Sebagai Pengukur Kinerja Pemerintah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: