Jenis-jenis Audit

Selective focus hand asian business man is calculating finance and accounting with growth up paper chart on wood table in home office.Pen calculator graph document on desk.economy,saving,financial.

Audit dapat digolongkan menjadi beberapa jenis tergantung dari tujuan yang ingin dicapai dalam audit. Berikut ini jenis-jenis audit jika dipandang dari luasnya cakupan audit dan dari bidang audit.

Berdasarkan luas cakupan audit dibedakan menjadi dua yaitu:

    1. General Audit (Pemeriksaan Umum), yaitu suatu pemeriksaan umum atas laporan keuangan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang independen dengan maksud untuk memberikan opini mengenai kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.
    2. Spesial Audit (Pemeriksaan Khusus), yaitu suatu bentuk pemeriksaan yang hanya terbatas pada permintaan auditan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan memberikan opini terhadap bagian dari laporan keuangan yang diaudit, misalnya pemeriksaan terhadap penerimaan kas perusahaan, pemeriksaan terhadap jumlah piutang, dan sebagainya.

Baca juga: Pengertian Audit

Berdasarkan bidang pemeriksaannya audit dapat dibedakan menjadi 3 jenis audit, yaitu:

    1. Audit Keuangan, yaitu audit atas laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi kepada pihak‐pihak yang berkepentingan tentang kesesuaian antara laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen dengan standar akuntansi yang berlaku. Hasil dari audit atas laporan keuangan adalah opini (pendapat) auditor mengenai kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi yang berlaku. Auditor yang melaksanakan Audit Keuangan wajib menggunakan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) untuk audit laporan keuangan pemerintah dan/atau Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) untuk audit laporan keuangan non pemerintah sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.
    2. Audit Kinerja, adalah audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi yang terdiri atas audit aspek ekonomi, efisiensi, dan audit aspek efektivitas, serta ketaatan pada peraturan. Audit kinerja fokus pada area yang mampu memberi nilai tambah dan memiliki potensi untuk perbaikan berkelanjutan. Pada prinsipnya audit kinerja terkait dengan hubungan antara input, output, proses, dan outcome.
    3. Audit Dengan Tujuan Tertentu, yaitu audit yang dilakukan dengan tujuan khusus di luar audit keuangan dan audit kinerja. Termasuk dalam kategori ini antara lain Audit Khusus/Investigatif/Tindak Pidana Korupsi dan Audit untuk Tujuan Tertentu Lainnya terhadap masalah yang menjadi fokus perhatian pimpinan organisasi (auditi) atau yang bersifat khas.

Demikian penjelasan jenis-jenis audit, semoga bermanfaat.

 

1 thought on “Jenis-jenis Audit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: