Perbedaan Audit Eksternal dan Internal Pemerintah

Businessman hand pointing at chart and graph during discussion

Beberapa dari kita mungkin masih bingung terkait dengan audit eksternal dan audit internal. Di sektor pemerintahan ada lembaga yang melakukan audit seperti Badan Pemeriksan Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Inspektorat. Bahkan di setiap Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah mempunyai Inspektorat. Masing-masing Badan Usaha Milik Negara/Daerah juga mempunyai Satuan Pengawas Internal (SPI). Karena banyaknya lembaga audit/pengawas tersebut, ada beberapa pihak yang menganggapnya sebagai kegiatan yang tumpang tindih sehingga tidak efisien.

Pada kesempatan ini saya akan membahas terkait dengan perbedaan audit eksternal dan audit internal yang ada di instansi pemerintah dari beberapa sisi.

Baca juga: Pengertian Audit

Lembaga Audit

Audit eksternal berarti audit yang dilakukan oleh instansi di luar pemerintah yaitu BPK. BPK merupakan lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan yang mempunyai kewenangan melakukan pemeriksaan keuangan negara yang dikelola oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMD, dan lembaga lainnya yang mengelola keuangan negara.

Audit internal berarti audit yang dilakukan oleh instansi di dalam pemerintah atau intern instansi itu sendiri. Lembaga audit intern ini adalah BPKP, Inspektorat Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah, dan SPI pada tiap-tiap BUMN/BUMD. Auditor yang melaksanakan audit intern  ini juga disebut dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

Berdasarkan Standar Audit Intern Pemerintah Indonesia (SAIPI), APIP adalah instansi pemerintah yang dibentuk dengan tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan pemerintah pusat dan/atau pemerintah daerah, yang terdiri dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Jenderal/Inspektorat/Unit Pengawasan Intern pada Kementerian/Kementerian Negara, Inspektorat Utama/Inspektorat Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Inspektorat/Unit Pengawasan Intern pada Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara dan Lembaga Negara, Inspektorat Provinsi/Kabupaten/Kota, dan Unit Pengawasan Intern pada Badan Hukum Pemerintah lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Standar Audit

Standar Audit BPK dalam melaksanakan audit atas pengelolaan keuangan negara adalah Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN).

Sementara itu, audit intern yang dilaksanakan oleh APIP menggunakan standar audit Standar Audit Intern Pemerintah Indonesia (SAIPI) yang dikeluarkan oleh Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI).

Jenis Audit

Audit eksternal yang dilakukan oleh BPK terdiri dari Audit Keuangan, Audit Kinerja, dan Audit Dengan Tujuan Tertentu.

Sementara itu audit internal yang dilakukan oleh APIP terdiri dari Audit Keuangan, Audit Kinerja, Audit Dengan Tujuan Tertentu (audit selain audit keuangan dan selain audit terhadap aspek keuangan tertentu), Evaluasi, Reviu, dan Monitoring (pemantauan). Selain kegiatan audit, APIP juga memberikan konsultasi (consulting) kepada instansi pemerintah yang membutuhkan.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan audit eksternal dan internal pemerintah. Meskipun berbeda, namun keduanya mempunyai peran yang sangat penting dalam tata kelola instansi pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: