Pengertian Manajemen Risiko

Planning, risk and strategy of project management in business, businessman and engineer gambling placing wooden block on a tower.Business and construction concept.

Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa risiko merupakan kemungkinan terjadinya sebuah peristiwa yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi. Risiko tidak dapat dihilangkan seratus persen, namun risiko  dapat diminimalkan agar dampaknya tidak banyak merugikan organisasi. Untuk meminimalkan risiko perlu adanya manajemen risiko.

Baca juga: Pengertian Risiko

Pengertian Manajemen Risiko

Manajemen risiko menurut Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO) adalah sebuah proses, yang dipengaruhi oleh dewan pengawas, manajemen senior dan personil lainnya, diterapkan dalam perumusan strategi dan diterapkan di seluruh Lingkup entitas, dirancang untuk mengidentifikasi timbulnya kejadian yang berpotensi dapat mempengaruhi entitas, dan mengelola risiko agar senantiasa berada dalam risiko yang dapat diterima (risk appetite), untuk memberikan keyakinan memadai dalam pencapaian tujuan entitas.

Berdasarkan pengertian tersebut dapat kita garis bawahi bahwa manajemen risiko merupakan strategi yang ditetapkan oleh dewan direksi untuk mengidentifikasi potensi-potensi risiko yang mungkin terjadi, sehingga dampak jika risiko tersebut terjadi tidak mengganggu tujuan organisasi.

Komponen Manajemen Risiko

COSO menyebutkan ada 8 komponen dalam manajemen risiko yaitu:

    1. Lingkungan internal
      Komponen ini mencerminkan filosofi Manajemen Risiko sebagai suatu entitas, risiko yang dapat diterima, dewan komisaris, komitmen nilai perilaku, kompetensi dan pengembangan Sumber Daya Manusia, serta menetapkan otoritas dan tanggung jawab.
    2. Penetapan tujuan
      Manajemen menetapkan tujuan strategis (strategic objective), tujuan operasional, tujuan pelaporan, dan kepatuhan. Hal ini dilakukan sebagai dasar untuk mengidentifikasi semua risiko yang mungkin akan timbul.
    3. Identifikasi Peristiwa
      Manajemen mengidentifikasi peristiwa baik berpotensi positif maupun negatif terhadap kemampuan entitas untuk menerapkan strategi dan mencapai tujuan serta kinerjanya.
    4. Penilaian Risiko
      Penilaian risiko dimaksudkan untuk mengukur tingkat kemungkinan (likelihood) dan dampak (impact) dari risiko yang mungkin terjadi. Dalam kegiatan ini dapat kita gunakan metode kualitatif dan kuantitatif.
    5. Respons Risiko
      Respon risiko menggambarkan sikap/respon manajemen terhadap risiko yang mungkin akan terjadi. Ada 4 macam respon risiko yaitu, menghindari risiko (avoidance), menerima risiko (acceptance), mengurangi risiko (reduction), dan memindahkan risiko (sharing).
    6. Kegiatan Pengendalian
      Komponen ini merupakan kebijakan dan prosedur yang ada pada semua tingkat dan semua fungsi dan digunakan untuk memastikan bahwa respon terhadap risiko yang dipilih telah memadai.
    7. Informasi dan Komunikasi
      Komponen ini merupakan pengindentifikasian baik yang informasi yang datang dari internal maupun eksternal organisasi dan menyalurkan infromasi tersebut kepada pihak-pihak terkait sehingga memungkinkan seluruh personil menyelesaikan tanggung jawabnya.
    8. Pemantauan
      Pemantauan ini berfungsi untuk meninlai dan memastikan semua komponen manajemen risiko dan mutu kinerjanya telah berfungsi secara memadai.

Demikian penjelasan terkait dengan manajemen risiko, semoga bermanfaat.

2 thoughts on “Pengertian Manajemen Risiko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: