Pengertian Risiko

Graph Business Financial Investment Risk Word

Pengertian Risiko dan masalah kadang susah untuk dibedakan, walaupun penggunaan kata risiko sudah sering kita dengar pada kehidupan sehari-hari. Dalam dunia investasi saham kita kenal dengan istilah high risk high return yang sering pakai oleh seseorang untuk mengambil keputusan dalam jual beli saham. Artinya semakin tinggi risikonya semakin tinggi pula keuntungannya.

Namun kebanyakan orang menafsirkan kata risiko merupakan hal negatif, seperti ketika terjadi kecelakaan kerja, maka dikatakan sebagai risiko pekerjaan. Sebenarnya apa si arti risiko? Mari kita bahas.

Definisi Risiko

Definisi risiko menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah segala kemungkinan terjadinya peristiwa yang dapat merugikan perusahaan.

Sementara itu menurut Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO) dalam kerangka kerja manajeman risiko atau sering disebut dengan Enterprise Risk Management Integrated Framework (ERM) atau COSO ERM 2004 mendefinisikan risiko adalah kemungkinan terjadinya sebuah peristiwa yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi.

Dari kedua pengertian di atas dapat kita tarik kesimpulan terkait dengan karakteristik bahwa:

    • Risiko merupakan peristiwa yang mungkin akan terjadi
    • Akan menimbulkan kerugian jika peristiwa tersebut terjadi
    • Risiko dapat mengakibatkan kejadian tidak diinginkan terjadi dan berdampak buruk terhadap tujuan yang telah ditetapkan.
    • Pemahaman risiko dimulai dengan perumusan strategi dan penetapan tujuan organisasi
    • Risiko melekat dalam setiap aspek kehidupan
    • Risiko dapat dikurangi dampaknya dengan cara melakukan pencegahan

Klasifikasi Risiko

Risiko dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok tergantung dari segi mana kita memandannya, antara lain:

    1. Risiko dilihat dari segi penyebabdapat diklasifikasikan menjadi risiko keuangan (jika disebabkan karena faktor-faktor keuangan) dan risiko operasional (jika disebabkan karena faktor-faktor non keuangan seperti faktor manusia, faktor aturan/regulasi, dan lain sebagainya).
    2. Risiko dilihat dari segi akibat dapat diklasifikasikan menjadi risiko murni dan risiko spekulatif. Risiko murni apabila suatu  kejadian  berakibat  hanya merugikan  dan tidak  memungkinkan  adanya  keuntungan,  misalnya terjadi kebakaran. Adapun risiko spekulatif adalah risiko yang tidak saja memungkinkan terjadinya kerugian tetapi  juga  memungkinkan terjadinya  keuntungan, misalnya risiko melakukan investasi.
    3. Risiko dilihat dari segi aktivitas, misalnya aktivitas pemberian kredit oleh bank, aktivitas pelayanan kepada masyarakat, dan lain sebagainya.
    4. Risiko dilihat dari segi kejadian, misalnya risiko kebakaran, gemba bumi, kecelakaan lalu lintas, dan lain sebagainya.
    5. Risiko dilihat dari segi jenis risiko, misalnya risiko teknologi, risiko keuangan, risiko kesehatan, risiko politik, risiko hukum, dan lain sebagainya.
    6. Risiko dilihat dari segi sumbernya dapat diklasifikasikan menjadi risiko internal dan risiko eksternal.
    7. Risiko dilihat dari segi penerima risikonya dapat diklasifikasikan menjadi risiko risiko manusia (human risk), risiko lingkungan, risiko aset, dan lain sebagainya.
    8. Risiko dilihat dari segi tingkat kemungkinannya dapat diklasifikasikan menjadi risiko rendah, risiko sedang, dan risiko tinggi.
    9. Risiko dilihat dari segi kemampuan mengendalikannya dapat diklasifikasikan menjadi risiko yang sangat terkendali, risiko kurang terkendali, dan risiko yang tidak dapat dikendalikan.
    10. Risiko dilihat dari segi tingkatan risikonya dapat diklasifikasikan menjadi risiko strategis, risiko program, risiko proyek, dan risiko operasional.

Baca juga: Pengertian Manajemen Risiko

Demikian penjelasan terkait dengan pengertian risiko, semoga bermanfaat.

1 thought on “Pengertian Risiko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: